Wahib Smada
Selasa, 19 Maret 2013
SEMANGAT BARU
Setelah postingan terakhir tertanggal 14 Oktober 2011, alhamdulillah akhirnya hari ini bisa mem posting lagi ( uda hampir 2 taun berarti )^_^,
semoga kedepan bisa lebih berkarya kembali,
Aamiin, ,
Jumat, 14 Oktober 2011
Al Azhar. . . . .
09 februari 2005
Al Azhar in future. . . .
09 Februari 2006
Mimpiku untuk menggapai Al Azhar sepertinya hanya tinggal sebuah mimpi yg tak berwujud,
hemm T_T, ,
sebuah kesalahan yg terjadi memaksaku untuk melupakan Al Azhar yg menjadi cita-citaku.
09 Februari 2007
12.44 WIB
"Murid bapak yg kemarin datang ke rumah bulan depan berangkat ke Al Azhar, kamu mau ikut?"
alhamdulillah kesempatan ke-2 datang ^_^
20 Februari 2007
01.53 WIB
ternyata memang tak semudah yg aku bayangkan, ,
mimpiku 2 tahun silam telah membawaku dalam bayang-bayang lamunanku sendiri,
09 Februari 2009
tak bisa kuraih Al Azhar dengan tanganku,
tapi telah kudapatkan Al Azhar dihatiku,
Man shabara zhafira, ,
Al Azhar in future. . . .
09 Februari 2006
Mimpiku untuk menggapai Al Azhar sepertinya hanya tinggal sebuah mimpi yg tak berwujud,
hemm T_T, ,
sebuah kesalahan yg terjadi memaksaku untuk melupakan Al Azhar yg menjadi cita-citaku.
09 Februari 2007
12.44 WIB
"Murid bapak yg kemarin datang ke rumah bulan depan berangkat ke Al Azhar, kamu mau ikut?"
alhamdulillah kesempatan ke-2 datang ^_^
20 Februari 2007
01.53 WIB
ternyata memang tak semudah yg aku bayangkan, ,
mimpiku 2 tahun silam telah membawaku dalam bayang-bayang lamunanku sendiri,
09 Februari 2009
tak bisa kuraih Al Azhar dengan tanganku,
tapi telah kudapatkan Al Azhar dihatiku,
Man shabara zhafira, ,
Sabtu, 01 Oktober 2011
Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur
Fungsi utama dari bersyukur adalah agar kita betul-betul merasa tenang, bahagia, dan sukses dikarenakan Allah telah memberikan kenikmatan yang luar biasa dahsyat dalam kehidupan kita.
Orang yang besyukur hatinya lapang, wajahnya cerah, pikirannya terbuka, motivasinya tinggi, ibadahnya khusyu, hidupnya banyak memberikan inspirasi bagi dirinya dan semesta di sekitarnya.
Kalaulah kita hari ini mengaku sudah bersyukur tapi masih sering stress, mudah marah, cepat khawatir, takut kehilangan, dan perasaan negatif lainnya, berarti TEKNIK BERSYUKUR kita masih perlu diperbaiki. Katanya sudah bersyukur, lha kok masih stress saban hari?
Bukankah di Al-Quran dikatakan "Kalau kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat bagi kalian, kalau kalian kufur (tidak bersyukur) maka azabKU sangatlah pedih". Dan, lambang dari azab yang pedih itu adalah hadirnya stress yang istiqomah dalam kehidupan kita....
Nah, apa betul kita ini sudah bersyukur?
Kalau sudah bersyukur, lalu kenapa masih sering stress?
Contoh, kita mendapatkan sebuah proyek yang kita anggap nilainya 10 juta, tapi ternyata setelah proyek itu selesai kita hanya mendapatkan uang senilai 3 juta. Lalu kita berusaha untuk bersyukur dengan kalimat "Alhamdulillaaah, masih dapet 3 juta, masih untung ada proyek.. alhamdulillah deh" ... tapi ternyata hati kita belum tentu bersyukur sesuai dengan ucapan yang kita katakan. Hati kita masih saja bertanya dan kesal "kenapa hanya 3 juta? apa salah saya?". Nah, inilah salah satu kesalahan bersyukur... Bersyukur itu seharusnya nikmat sehingga menambah kenikmatan yang ada. Istilahnya : Mensyukuri nikmat dengan cara menikmati syukur itu sendiri...
Contoh lain, misalnya Anda pada faktanya memiliki rumah yang kecil dan sempit, lalu Anda bersyukur dalam kalimat, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang telah engkau berikan ini, walau sempit dan pengap, saya tetap bersyukur". Nah, apakah setelah Anda mengucapkan rasa syukur itu hati Anda menjadi lapang?
Ternyata, KUNCI dari mensyukuri nikmat adalah menikmati syukur.
Nikmat itu tidak harus dikaitkan dengan fakta yang ada, tapi kenikmatan sejati bisa melampaui sang fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan nikmat itu tak terbatas.
Fa biayyi aalaa-i robbikumaa tukadz-dzibaan?
Nikmat dari Rabmu yang mana lagikah yang kalian dustakan?
Kalau faktanya rumah kita kecil, maka lampauilah fakta itu, dan bersyukurlah, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang besar, bertingkat, luas, dan indah ini".
Bukankah fakta itu di luar, sedangkan persepsi itu di dalam? Bukankah persepsi lebih penting dari pada fakta yang menipu? Bukankah dunia ini kesenangan yang menipu? Bukankah yang di dalam itu realita dan yang di luar itu hanya ilusi? Bukankah yang kelak Anda pertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah apa yang ada di dalam diri Anda dan bukan apa yang ada di luar diri Anda?
Mari luaskan persepsi Anda, positifkan persepsi Anda, maka Anda akan betul-betul menikmati yang namanya bersyukur. Tenggelam dalam kenikmatan syukur kepada-Nya...
"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. 57:20)
Wallahu a'lam
KZ
www.cahaya-semesta.com
Sabtu, 24 September 2011
Anakku. . .Jadilah Seperti Pensil
Seorang cucu bertanya kepada Neneknya yang sedang menulis surat, “Nenek lagi menulis surat tentang pengalama kita ? atau pengalaman aku ?”.
Si Nenek stop menulis dan berkata kepada cucunya, “sekarang nenek yang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai”.
“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si Nenek lagi. Mendengar jawab ini si Cucu lalu melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si Nenek ketika dia melihat tidak ada istimewanya dari pensil yang Nenek pakai.
“Tapi Nek, kayaknya pensil itu sama saja dengan pensil lainnya”, kata si Cucu. Si Nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung dari kamu melihat pensil ini”.
Pensil ini punya 5 kualilias yang bisa membantumu selalu tenang dalam menjalani hidup. “Kalo kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini. Si Nenek menjelaskan 5 kualitas sebuah pensil.
Apa gerangan 5 kualitas yang terdapat dalam sebuah pensil ?
Kualitas yang Pertama, Pensil ingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal hebat dalam hidup ini, layaknya sebuah pensil kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.Kita menyebutnya Alloh SWT. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil.Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan, seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.
Hakekat dan Tingkatan Jujur
Shiddiq ( orang yang sangat jujur ), sesorang bisa dikatakan shiddiq jika orang tersebut bisa melaksanakan 6 tingkatan jujur, antara lain:
~ Jujur dalam perkataan
Jujur dalam perkataan dapat diketahui ketika dia memberikan berita baik yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu maupun masa sekarang, tidak melakukan sumpah palsu dan menepati janji.
~ Jujur dalam niat dan keinginan
Hal ini berkaitan dengan masalah ikhlas, yaitu perbuatan dan tindakan yang kita lakukan semata-mata karena Allah.
~ Jujur dalam hasrat
Terkadang, sebelum seseorang melakukan pekerjaan, timbul hasrat dari seseorang " Apabila aku diberi kedudukan maka aku akan berlaku jujur dan tidak akan berbuat zalim kepada rakyatku.
~ Jujur dalam memenuhi hasrat
Seseorang mudah mengungkapkan hasrat dan keinginannya karena tidak berat mengungkapkan kemampuan dan keinginan yang kuat agar hasratnya dapat terwujud.
~ Jujur dalam perbuatan
Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya, sehingga jika seseorang melakukan suatu pekerjaan tetapi pekerjaan tersebut bertentangan dengan kata hatinya maka seseorang tersebut belum dikatakan mencapai tingkat shiddiq.
~ Jujur dalam merealisasikan
Ini merupakan derajat yang paling tinggi dan mulia yaitu shiddiq, atas macam-macam agama misalnya jujur dalam penuh pengharapan, jujur dalam rasa takut, jujur dalam memuliakan Allah, jujur dalam ridha atas ketentuan Allah, jujur dalam tawakkal, jujur dalam mencintai Allah dan jujur dalam semua hal.
~ Jujur dalam perkataan
Jujur dalam perkataan dapat diketahui ketika dia memberikan berita baik yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu maupun masa sekarang, tidak melakukan sumpah palsu dan menepati janji.
~ Jujur dalam niat dan keinginan
Hal ini berkaitan dengan masalah ikhlas, yaitu perbuatan dan tindakan yang kita lakukan semata-mata karena Allah.
~ Jujur dalam hasrat
Terkadang, sebelum seseorang melakukan pekerjaan, timbul hasrat dari seseorang " Apabila aku diberi kedudukan maka aku akan berlaku jujur dan tidak akan berbuat zalim kepada rakyatku.
~ Jujur dalam memenuhi hasrat
Seseorang mudah mengungkapkan hasrat dan keinginannya karena tidak berat mengungkapkan kemampuan dan keinginan yang kuat agar hasratnya dapat terwujud.
~ Jujur dalam perbuatan
Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya, sehingga jika seseorang melakukan suatu pekerjaan tetapi pekerjaan tersebut bertentangan dengan kata hatinya maka seseorang tersebut belum dikatakan mencapai tingkat shiddiq.
~ Jujur dalam merealisasikan
Ini merupakan derajat yang paling tinggi dan mulia yaitu shiddiq, atas macam-macam agama misalnya jujur dalam penuh pengharapan, jujur dalam rasa takut, jujur dalam memuliakan Allah, jujur dalam ridha atas ketentuan Allah, jujur dalam tawakkal, jujur dalam mencintai Allah dan jujur dalam semua hal.
Langganan:
Postingan (Atom)