Sabtu, 24 September 2011

Anakku. . .Jadilah Seperti Pensil


Seorang cucu bertanya kepada Neneknya yang sedang menulis surat, “Nenek lagi menulis surat tentang pengalama kita ? atau pengalaman aku ?”.
Si Nenek stop menulis dan berkata kepada cucunya, “sekarang nenek yang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Nenek pakai”.
“Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti”, ujar si Nenek lagi. Mendengar jawab ini si Cucu lalu melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si Nenek ketika dia melihat tidak ada istimewanya dari pensil yang Nenek pakai.
“Tapi Nek, kayaknya pensil itu sama saja dengan pensil lainnya”, kata si Cucu. Si Nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung dari kamu melihat pensil ini”.
Pensil ini punya 5 kualilias yang bisa membantumu selalu tenang dalam menjalani hidup. “Kalo kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini. Si Nenek menjelaskan 5 kualitas sebuah pensil.
Apa gerangan 5 kualitas yang terdapat dalam sebuah pensil ? 
Kualitas yang Pertama, Pensil ingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal hebat dalam hidup ini, layaknya sebuah pensil kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini.
Kita menyebutnya Alloh SWT. Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendak-Nya.
Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali.
Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.
Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah.
Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar.
Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil.
Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu.
Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan, seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

Hakekat dan Tingkatan Jujur

Shiddiq ( orang yang sangat jujur ), sesorang bisa dikatakan shiddiq jika orang tersebut bisa melaksanakan 6 tingkatan jujur, antara lain:


Jujur dalam perkataan
    Jujur dalam perkataan dapat diketahui ketika dia memberikan berita baik yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu maupun masa sekarang, tidak melakukan sumpah palsu dan menepati janji.
Jujur dalam niat dan keinginan
     Hal ini berkaitan dengan masalah ikhlas, yaitu perbuatan dan tindakan yang kita lakukan semata-mata karena Allah.


~ Jujur dalam hasrat
    Terkadang, sebelum seseorang melakukan pekerjaan, timbul hasrat dari seseorang " Apabila aku diberi kedudukan maka aku akan berlaku jujur dan tidak akan berbuat zalim kepada rakyatku.


~ Jujur dalam memenuhi hasrat
    Seseorang mudah mengungkapkan hasrat dan keinginannya karena tidak berat mengungkapkan kemampuan dan keinginan yang kuat agar hasratnya dapat terwujud.


~ Jujur dalam perbuatan
   Bersungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya, sehingga jika seseorang melakukan suatu pekerjaan tetapi pekerjaan tersebut bertentangan dengan kata hatinya maka  seseorang tersebut belum dikatakan mencapai tingkat shiddiq. 


~ Jujur dalam merealisasikan 
   Ini merupakan derajat yang paling tinggi dan mulia yaitu shiddiq, atas macam-macam agama misalnya jujur dalam penuh pengharapan, jujur dalam rasa takut, jujur dalam memuliakan Allah, jujur dalam ridha atas ketentuan Allah, jujur dalam tawakkal, jujur dalam mencintai Allah dan jujur dalam semua hal.